Sabtu, 23 Februari 2019

Editorial

Energi yang Dibutuhkan



          Presiden Joko Widodo meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin (2/7) kemarin. Menurut Jokowi, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) mencapai 23 persen dari total bauran energi nasional pada 2025. "Kita punya potensi besar pengembangan energi baru terbarukan, baik dari panas bumi atau geothermal dengan potensi 29.000 MW dan baru dikerjakan 2 ribu MW," kata Jokowi.
         Sementara hari ini, Pertamina akan mulai melakukan uji pasar untuk elpiji ukuran 3 kilogram nonsubsidi di Jakarta dan Surabaya. Rencananya, elpiji itu akan dijual di atas Rp 11 ribu per kilogram dengan menyasar kalangan atas. Peluncuran elpiji nonsubsidi ukuran 3 kilogram itu tak lepas dari tidak tepat sasarannya "penikmat" elpiji subsidi 3 kilogram. Selama ini, banyak kalangan atas yang menikmati elpiji bersubsidi. Alasannya, karena ukurannya yang hanya 3 kilogram jadi lebih ringkas dan mudah untuk dibawa.
          Seperti yang dikatakan Presiden Indonesia punya potensi besar untuk energi baru terbarukan. Bukan sebatas listrik saja, namun juga sumber energi lain termasuk untuk kepentingan dapur termasuk pengganti elpiji. Sebut saja pemanfaatan gas metana di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Bayangkan jika tiap TPA dan peternakan sapi bisa disulap jadi sumber energi. Berapa banyak masyarakat di Indonesia yang akan terbebas dari kebutuhan energi mereka. Belum lagi jika tiap sungai, yang tentunya punya debit air mencukupi, dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Atau yang jelas kita miliki adalah sinar matahari yang bersinar penuh sepanjang tahun yang jelas bisa jadi sumber energi tenaga surya. Terlebih, jika itu dinikmati oleh kalangan bawah, berapa besar biaya subsidi yang bisa dihemat pemerintah untuk listrik dan elpiji.

25 komentar:

  1. Semoga Indonesia bisa lebih baik ya.. Amiin

    BalasHapus
  2. Ya terkadang terlalu fokus terhadap hal lain yang dikira lebih memungkinkan itu tak berjalan sesuai perkiraan. Malah yang diabaikan justru lebih punya nilai guna yang luar biasa.
    Penjelasanmu sangat bagus!!

    BalasHapus
  3. Semoga bisa lebih memanfaatkan sumber daya yang ada tanpa membuat kerusakan yang lain di bumi.

    BalasHapus
  4. Tp btw, Indonesia masih impor daging2an ya mbak dari Australia 😔

    BalasHapus
  5. Hiduplah Indonesia Raya 🇮🇩

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. good work, fit. ya semoga aja potensi itu nanti kita bisa manfaatkan sbg generasi penerus.

    BalasHapus