Sabtu, 23 Februari 2019

Esai

Penyair dan Karyanya yang (Tak) Masuk Dalam Pembelajaran



          Syair adalah salah satu jenis sastra yang tak banyak orang dapat membuatnya dengan apik. Syair merupakan salah satu jenis bentuk sastra yang terkadang isinya diambil dari realitas kehidupan manusia sehari-hari. Sajak, syair, maupun puisi merupakan suatu imajinasi dari penulisnya yang kemudian dituangkan ke dalam kata-kata. Tidak jarang juga isi dari sastra itu sendiri berasal dari curahan hati atau perasaan dari si penulisnya sendiri. Karya sastra tidak hanya dinikmati untuk dibaca, melainkan juga untuk bahan pelajaran di sekolah. hal itu penting karena dengan mengenal sastra, anak-anak atau generasi sekarang akan lebih mengenal sejarah dan menyingkapi permasalahan-permasalahan yang terjadi dengan cara yang menarik.
           Namun, untuk sepuluh tahun terakhir ini tidak banyak penyair yang dikenal oleh masyarakat atau generasi sekarang ini. Sekarang ini, tak banyak materi pembelajaran yang dikaitkan dengan sastra Indonesia. Generasi muda lebih banyak dikenalkan dengan pembelajaran prosa dan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, seperti surat, mendeskrisikan, mengobservasi, dan lain-lain. Dari berbagai materi pembelajaran, hanya materi biografi yang masih dapat dikaitkan dengan pengarang dan karya-karyanya. Tujuan dari pembelajaran sastra sangat baik untuk generasi muda. Anak akan menjadi mengerti cara lain dalam mengekspresikan pikirannya, perasaannya, dan tindakan-tindakannya. Selain itu, anak akan dapat menghargai setiap karya yang diciptakan oranglain. Dalam sejarah, penyair sangat penting dalam sejarah Indonesia itu sendiri.
          Ada baiknya pembelajaran sastra lebih ditekankan lagi untuk generasi muda saat ini. Hal itu untuk mengajarkan anak menghargai setiap karya yang dihasilkan oleh orang lain. pembelajaran sastra dapat membantu anak dalam mengekspresikan apapun yang anak rasakan. Melihat fenomena dalam masyarakat dengan sudut pandang yang berbeda. Selain itu, pembelajaran dapat juga membantu anak dalam menambah kosa kata. Tidak hanya itu, dengan pembelajaran sastra kita juga dapat mengenalkan anak tentang pilihan kata atau diksi untuk mengungkapkan maksud dari perkataan kita. Diksi membantu anak dalam memilih kata yang tepat agar masih dalam kondisi sopan dan santun.
          Jika sastra lebih banyak dimasukan dalam kurikulum pembelajaran akan membantu guru dalam mengasah anak dalam pemilihan kata dan cara mengahargai karya oranglain. Sehinga, karya-karya dari semua pengarang akan berguna, tetap dikenang, dan yang pasti dikenal oleh seluruh generasi muda saat ini. Dengan demikian, generasi yang santun dan saling menghargai pun akan dimiliki oleh Indonesia dengan cara yang sederhana. Cara sederhana tersebut adalah menyelipkan pelajaran sastra dalam kurikulum dan dalam pelajaran Bahasa Indonesia disemua tingkatan mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA.

28 komentar:

  1. Setujuuuu.. Sastra juga penting yaa jangan dibeda-bedakan

    BalasHapus
  2. Sangat benar!! Sastra itu perlu ditingkatkan di kalangan generasu muda. Karena sejatinya sastra itu indah, hanya melalui kata2 ia mampu menafsirkan semuanya. Lanjutkan berkarya fitri.. 😁😁

    BalasHapus
  3. Bagus fit, mungkin kita juga harus meningkatkan rasa keingintahuan kita sbgai pelajar untuk menambah wawasan kita

    BalasHapus
  4. Bener banget fit. Jarang para milenial sekarang tau syair. Yuk lestarikan budaya kita.

    BalasHapus
  5. Iya,aku aja baru tau macem2 syair pas mau UN.. jangan sampai syair tenggelam dari dunia yaa,ayo budayakan membaca syair dan sejenisnya

    BalasHapus
  6. Mantap djiwaaaaaa ..

    BalasHapus
  7. setuju,, dengan pembelajaran tersebut kita bisa lebih memahami dan bisa mengapilkasikannya apabila ada tugas sastra tentunya ehhehe

    BalasHapus